Hantavirus adalah penyakit langka namun serius yang ditularkan dari tikus ke manusia melalui urin, kotoran, atau air liur. Di Amerika, hantavirus dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dengan tingkat kematian hingga 50%, sedangkan di Asia dan Eropa lebih sering menimbulkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal. Tidak ada obat khusus, sehingga pencegahan dengan menghindari kontak dengan tikus sangat penting.
![]() |
| img: Ilustrasi Hantavirus AI |
🦠 Apa Itu Hantavirus?
Virus zoonotik dari keluarga Hantaviridae, dibawa oleh tikus dan mencit.
Menyebabkan penyakit berat pada manusia, berbeda tergantung wilayah:
Amerika → Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), menyerang paru-paru dan jantung.
Asia & Eropa → Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), menyerang ginjal dan pembuluh darah.
⚠️ Cara Penularan
Menghirup debu yang terkontaminasi urin/kotoran tikus.
Menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh hidung/mulut.
Gigitan tikus (jarang).
Penularan antar manusia hanya tercatat pada Andes virus di Amerika Selatan, melalui kontak erat.
🤒 Gejala
Muncul 1–8 minggu setelah paparan:
Demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah.
HPS (paru-paru): batuk, sesak napas, cairan di paru, syok.
HFRS (ginjal): tekanan darah rendah, perdarahan, gagal ginjal.
🏥 Diagnosis & Perawatan
Diagnosis: riwayat paparan tikus + tes serologi (IgM/IgG) atau RT-PCR.
Perawatan: tidak ada antivirus khusus; terapi suportif:
Oksigen/intubasi untuk HPS.
Dialisis untuk HFRS.
Tingkat fatalitas: 20–40% untuk HPS; 1–15% untuk HFRS tergantung jenis virus.
🛡️ Pencegahan
Tutup celah rumah agar tikus tidak masuk.
Simpan makanan dalam wadah tertutup.
Jangan menyapu/vakum kotoran tikus kering → semprot dengan larutan pemutih (1,5 cangkir pemutih per 1 galon air), diamkan 5 menit, lalu lap dengan tisu.
Gunakan sarung tangan & masker saat membersihkan.
Jaga kebersihan lingkungan dan hindari tidur di tempat yang banyak tikus.
📌 Ringkasan Penting
Hantavirus jarang terjadi di Indonesia, tetapi tetap berisiko bila ada paparan tikus liar.
Tidak menular antar manusia kecuali Andes virus.
Segera ke dokter bila setelah kontak dengan tikus muncul demam, nyeri otot, atau sesak napas.
- Hantavirus: Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan Lengkap
- Apa Itu Hantavirus? Fakta, Risiko, dan Pencegahannya
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Penyakit Langka yang Mematikan
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Dampak Hantavirus di Asia & Eropa
- Waspada Hantavirus: Penyakit dari Tikus yang Perlu Diketahui
- Hantavirus: Penyebab, Gejala Awal, dan Penanganan Medis
- Panduan Lengkap Pencegahan Hantavirus di Rumah dan Lingkungan
- Hantavirus: Fakta Penting, Tingkat Kematian, dan Cara Menghindarinya
- Hantavirus di Indonesia: Risiko, Fakta, dan Upaya Pencegahan
- Hantavirus: Penyakit Zoonosis Berbahaya dari Tikus ke Manusia

